blog_ku
Annyeong haseyo
terima kasih udah berkenan mengunjungi blog saya
semoga bermanfaat dan menghibur :)
terima kasih udah berkenan mengunjungi blog saya
semoga bermanfaat dan menghibur :)
Selasa, 17 April 2012
Pemeriksaan Fisik Sistem Respirasi
Anatomi Sistem Respirasi
1. Saluran napas bagian atas terdiri dari :
- Hidung
- Oropharynx
- Larinx
2. Saluran napas bagian bawah terdiri dari :
- Trakea
- Bronkus utama kiri dan kanan
- Bronkus
- Bronkiolus terminalis
- Bronkiolus respiratorius
- Saccus alveolaris
- Alveoli
Rongga thoraks terdiri dari :
- Clavikula
- Sternum
- Tulang Iga (Costae)
- Scapula
- Vertebra thoracalis
- Otot-otot dinding thoraks
INSPEKSI THORAKS
Yang perlu diperhatikan dalam inspeksi dada pasien, kita harus melihat bagaimana bentuk dada pasien. Berbagai macam keadaan dapat mengganggu ventilasi yang memadai dan konfigurasi dada mungkin menunjukkan penyakit paru. Berbagai macam bentuk dada yaitu :
1. Bentuk Dada
a. Pigeon chest
Suatu kelainan bentuk dada dimana sternum 1/3 distal melengkung ke anterior, bagian lateral dinding thoraks kompressi ke medial (seperti dada burung).
b. Barrel chest
Di mana diameter anterior -posterior memanjang, iga-iga mendatar, sela iga melebar, sudur epigastrium tumpul, diafragma mendatar. Biasanya pada pasien dengan penyakit Penyakit Paru Obstrukttif Menahun (PPOM).
c.Funnel chest
Di mana bagian distal dari sternum terdorong ke dalam/ mencekung.
d. Flat chest
Di mana diameter anterior-posterior memendek, etiologinya berupa bilateral pleuro pulmonary fibrosis.
e. Flail chest
Di mana konfigurasi dada pada satu sisi bergerak secara paradoksal ke dalam selama inspirasi, keadaan ini dijumpai pada fraktur iga multipel.
f. Scoliosis dari vertebra thoracalis
Suatu bentuk perubahan dari rongga thoraks, di mana vertebra thoracalisnya melengkung ke samping.
g. Kyphosis/ gibbus dari vertebra thorakalis
Di mana vertebra thoracalisnya melengkung ke belakang.
2. Respiratory movement
Bila kita menilai laju respirasi, jangan meminta pasien untuk bernapas "secara normal". Orang secara volunter akan mengubah pola dan laju pernapasannya bila mereka menyadarinya. Cara yang lebih baik adalah, setelah menghitung denyut radial, arahkan mata kita ke dada dan mengevaluasi pernapasan pasien.
Orang dewasa bernapas kira-kira 10-14 kali semenit. Thoraks expansi akibat aktivitas otot pernapasan dan secara pasif kemudian terjadi ekspirasi, frekuensi pernapasan normal sekitar 14 kali/menit, pada bayi baru lahir normalnya 44 kali/menit dan secara gradual berkurang dengan bertambahnya umur.
Pada laki-laki dan anak-anak, diafragma lebih berperan, sehingga yang menonjol aadalah gerakan pernapasan bagian atas abdomen dan thoraks bagian bawah. Sedangkan pada perempuan yang lebih berperan adalah musculus intercostal, gerakan pernapasan yang menonjol adalah gerakan rongga thoraks bagian atas.
3. Pola pernapasan
- Dispnea
Keluhan objektif dimana orang sakit akan merasakan dia bernapas, misalnya pada pasien obesitas, penyakit jantung, penyakit paru, hipertiroidisme dan lainnya.
- Orthopnea
Sesak napas kalau posisi tidur dan berkurang kalau posisi duduk, seperti pada pasien gagal jantung kiri.
- Kusmaull breathing
Pernapasan yang cepat dan dalam, misalnya pada keadaan asidosis.
- Astmatic breathing
Ekspirasi memanjang disertai wheezing, misalnya pada pasien asma bronchial.
- Cheyne stokes breathing
Pernapasan periodik secara bergantianantara pernapasan cepat (hiperpnea) dengan apnea. Apnea dapat sampai 30 detik, pasien dapat tertidur pada periode ini. Misalnya pada pasien dengan astma berat, peningkatan TIK, penyakit jantung dan paru.
- Biot's breathing
Pernapasan yang tidak tertaur, misalnya pada pasien dengan trauma capitis, tumor serebral, meningo ensefalitis.
PALPASI THORAKS
Palpasi dilakukan dengan melakukan uji fremitus pada dinding dada pasien. Palpasi dilakukan dengan meletakkan kedua telapak tangan kita menempel pada dinding thoraks. Misalnya melakukan palpasi pada dada posterior atau punggung, pasien di suruh berucap kata-kata seperti "tujuh puluh tujuh" dengan nada yang sedang, kemudian secara simetris dibandingkan getaran yang timbulpada dinding thoraks yang dirasakan pada kedua telapak tangan kita sebagai pemeriksa. Kata yang diucapkan menimbulkan getaran yang dapat dirasakan pada kedua telapak tangan.
Fremitus taktil memberikan informasi yang berguna mengenai kepadatan jaringan paru-paru dan rongga dada dibawahnya.
Fremitus meningkat pada keadaan dengan infiltrat paru, compressive atelektasis, cavitas paru. Keadaan seperti ini kepadatan paru-paru meningkat seperti konsolidasi, sehingga meningkatkan penghantaran fremitus taktil.
Fremitus menurun atau melemah pada keadaan penebalan pleura, efusi pleura, pneumotoraks, emfisema paru dan obstruksi dari bronkus. Keadaan klinis yang mengurangi penghantaran gelombang suara ini akan mengurangi fremitus taktil. Jika ada jaringan lemak yang berlebihan di dada, udara atau cairan di dalam rongga dada, atau paru-paru yang mengembang secara berlebihan, fremitus taktil akan melemah.
PERKUSI THORAKS
Perkusi adalah jenis pemeriksaan fisik yang berdasarkan interpretasi dari suara yang dihasilkan oleh ketukan pada dinding thoraks. Tekniknya : Pasien dalam posisi tidur dan bisa juga dalam posisi duduk. Pemeriksa menggunakan jari tengah tangan kiri yang menempel pada permukaan dinding thoraks, tegak lurus dan sejajar dengan iga sebut sebagai fleksi meter. Sementara jari tengah tangan kanan digunakan sebagai pemukul (pengetok) disebut fleksor pada fleksi meter tadi. Jika pasien duduk, kedua tangan pasien pada paha dengan fleksi pada sendi siku. Jika pasien tidur oleh karena tidak dapat duduk, maka untuk perkusi daerah punggung, pasien dimiringkan ke kiri dan ke kanan secar bergantian. Perkusi dimulai dari lapangan atas paru menuju ke lapangan bawah sambil membandingkan bunyi perkusi anatara hemi thoraks kanan dan kiri.
Kekuatan perkusi disesuaikan, pada dinding dada yang ototnya tebal, maka perkusi agak lebih kuat. Sedangkan pada daerah yang ototnya lebih tipis seperti daerah axilla dan lapangan bawah paru, kekuatan perkusi tidak terlalu kuat.
Suara perkusi normal dari thoraks pada lapangan paru adalah sonor. Hiperinflasi dari paru dimana udara tertahan lebih banyak dalam alveoli menghasilkan perkusi yang hipersonor. Perkusi pada infiltrat paru dimana parenkim lebih solid (padat/mengandung sedikit udara) perkusi akan menghasilkan redup (dullness). Perkusi pada efusi pleura akan menghasilkan suara pekak (flatness), pada keadaan ini rongga pleura berisi cairan yang merupakan struktur yang solid.
Adanya udara di dalam rongga pleura (pneumothoraks) akan menimbulkan suara perkusi yang timpani atau hipersonor.
Bagian anterior thoraks bunyi sonor mulai dari clavikula ke arah arcus costarum, kecuali pada daerah jantung dan hati yang memberikan perkusi redup atau pekak. Pada daerah anterior kanan pada RIC 4-6 akan didapatkan overlap anatar parenkim paru dengan hati (perkusi dilakukan pada linea midclavikula kanan). Dari RIC 6 sampai arcus costarum kanan, perkusi adalah pekak (daerah hati) yang tidak ditutupi parenkim paru. Pada bagian anterior kiri bawah, didapatkan perkusi timpani (daerah lambung). Daerah posterior thoraks, bunyi perkusi sonor dari apeks paru sampai batas bawah.
AUSKULTASI THORAKS
Auskultasi paru dilaksanakan secara indirect yaitu dengan memakai stetoskop. Posisi pasien sebaiknya duduk seperti melakukan perkusi, jika pasien tidak bisa duduk, auskultasi dapat dilakukan dalam posisi tidur. Pasien dapat disuruh bernapas dengan mulut, tidak melalui hidung. Yang diperiksa waktu auskultasi adalah :
- Suara napas/ bunyi pernapasan
- Ronchi (rales)
- Pleura Friction (bunyi gesekan pleura)
- Voice sounds (bunyi bersuara)
Untuk mendengar suara napas, maka perhatikan intensitas, durasi dan pitch (nada) dari inspirasi dibandingkan dengan ekspirasi. Pada orang sehat, maka dapat didengar suara napas yaitu vesikuler, trakeal, bronkial dan bronkovesikuler.
Pada pernapasan vesikuler, suara inspirasi jauh lebih panjang dibandingkan ekspirasi yang jauh lebih lemah dan seringkali tidak terdengar. Bunyi vesikuler ini merupakan bunyi lemah dengan tinggi nada rendah yang terdengar di atas kebanyakan lapangan paru.
Bunyi pernapasan trakeal adalah bunyi yang sangat kasar, keras, dan dengan nada tinggi yang terdengar pada bagian trakea ekstratoraks. Kedua komponen baik inspirasi maupun ekspirasi sama panjangnya.
Bunyi pernapasan bronkial adalah bunyi yang keras dengan tinggi nada tinggi, seperti udara mengalir melalui pipa. Komponen ekspirasinya lebih keras dan lebih lama dibandingkan dengan komponen inspirasi. Bunyi ini biasanya ada bila kita mendengarkan di atas manubrium.
Bunyi pernapasan bronkovesikuler adalah campuran bunyi bronkial dan vesikuler. Komponen inspirasi dan ekspirasinya sama panjang. Dalam keadaan normal, bunyi ini hanya terdengar pada sela iga pertama dan kedua di bagian depan dan diantara skapula di bagian belakang, disekat karina dan bronkus utama.
Ronki (Rales)
Ronki adalah bunyi tambahan yang dihasilkan oleh aliran udara melalui saluran napas yang berisi sekret/eksudat atau akibat saluran napas yang menyempit atau oleh oedema saluran napas.
Ronki merupakan bunyi yang singkat, tidak kontinu, tidak musikal, banyak terdengar selama inspirasi. Bunyi ronki seperti bunyi yang dibuat dengan menggosokkan rambut di dekat telinga.
Senin, 09 April 2012
yuk berkunjung ke tempat pariwisata Bengkulu :)
mari ikuti aku berkeliling Benteng Malborough Bengkulu
:)
nah.. foto di atas adalah foto meriam bekas para penjajah Inggris..
selanjutnya, foto di atas adalah salah satu gudang mesiu yg ada di benteng Malborough..
Lanjuuuuuuuuuuuuuttt....
Benteng ini terletak berdampingan dengan pantai Tapak Padri, yg juga merupakan tempat pariwisata yg sangat menarik di Bengkulu,, episode selanjutnya akan aku tampilkan profil pantai Tapak Padri,,, terus ikuti perjalanan aku :)
edelwish darimu...
maaf, aku tidak bisa menyimpan edelwish itu lg, biarkan dia pergi bersama perginya dirimu dari hatiku. Aku tidak ingin lagi mau tahu tentang dirimu, memang pedih rasanya, telah bertahan lama akan perasaan ini, percaya akan suatu saat kita kembali. Tapi harus bagaimana lagi, kau pun bahagia dengan pilihan hatimu.
Jika kau bahagia dengan pilihan hatimu, biarkan aku juga bahagia dengan pilihan hatiku. Biarkan semuanya menguap seperti uap dan tak akan kembali. Aku tak ingin kamu mencampuri urusanku lagi, karena aku pun tak mau mencampuri urusanmu.
Sekarang biarkan kita jalan masing-masing. Aku pun lega karena kau bisa bahagia dengan pilihan hatimu. Dan, sekarang aku akan berjalan sendiri, menyusuri rasa ini sendiri hingga suatu saat nantinya aku akan menemui pilihan hatiku yang bisa membuat aku bahagia, seperti yang kamu rasakan sekarang.
Selamat, semoga Anda bisa bahagia seutuhnya dengan dirinya, tanpa ada bayanganku lagi.
Biarkan aku berjalan sendiri.
Senin, 20 Februari 2012
KTI Manajement Rumah Sakit (MARS)
KARYA TULIS ILMIAH
HOSPITAL MANAGEMENT
GAMBARAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD DR. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI
OLEH :
1. OKTAVIA TIFFANI (08-114)
2. FATHYA MOESLIM (08-115)
3. NURHASMARYANI (08-116)
4. YULIZA CHYNTIA UTAMI (08-117)
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BAITURRAHMAH
PADANG
2012
LEMBAR PENGESAHAN
Judul Karya Tulis Ilmiah : Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR Bukittinggi
HOSPITAL MANAGEMENT
TIM PENULIS
1. OKTAVIA TIFFANI (08-114)
2. FATHYA MOESLIM (08-115)
3. NURHASMARYANI (08-116)
4. YULIZA CHYNTIA UTAMI (08-117)
Menyetujui
Pembimbing I Pembimbing II
dr. Susi Rahmawati, MARS dr. Mashdarul Ma’rif
Mengetahui
Dekan Fakultas Kedokteran
Universitas Baiturrahmah
Prof. dr. Amirmuslim Malik Ph.D
ABSTRACT
The quality of hospital services is one important element in health services. This is caused by the quality of services is one tool used measure the performance of hospital. Therefore, the quality of service should receive the serious attention of hospital management. To establish service quality to be achieved by the hospital, the hospital first must have a clear purpose.
As one of the hospitals that operated in support of the surrounding public health, Achmad Mochtar Hospital has shown his part by providing a variety of doctors in all areas, pharmacies and other facilities to help the community. However, this hospital think that still has some shortcomings in order to deliver excellent service for hospital visitors (patients).
Unit take care of ill to road from home represent part and parcel of hospital. Because unit take care of functioning road;street [of] center profit sebgai and gateway enter patient, hence indirectly unit take care of road;street will show image from home pain. Important considering [of] him role of unit take care of road;street, obliging its management [is] [done/conducted] seriously. Problems [at] unit take care of road;street [in] RSUD Dr. Achmad Muchtar also [regarding/ hit] satisfaction of patient from various factor, for example the duration process get medical service and lack of accurate clarification of medical officer to patient, and also the existence of medical energy domination in course of service, so that patient is not free chosen and phrase pathological opinion which suffered [his/its].
Because the dissatisfy, hence progressively day of[is amount of patient visit [at] taking care of downhill road;street become only 200 people per day from totalizeing the overall of polyclinic. More than anything else semenjak of[is existence of Askes [at] service of level 1, existence of jamkesmas and existence of family doctor. Puskesmas still become first alternative [of] society to get service take care of road;street. Besides also, to [his/its] economic society enough, they more memillih practice doctor to get service take care of road.
ABSTRAK
Kualitas pelayanan rumah sakit adalah salah satu unsur penting dalam jasa pelayanan kesehatan. Hal ini disebabkan oleh kualitas pelayanan merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengukur kinerja dari rumah sakit tersebut. Oleh karena itu, kualitas pelayanan harus mendapat perhatian yang serius dari manajemen rumah sakit. Untuk menetapkan kualitas pelayanan yang ingin dicapai oleh rumah sakit, terlebih dahulu rumah sakit tersebut harus mempunyai tujuan yang jelas.
Sebagai salah satu rumah sakit yang beroperasi guna mendukung kesehatan masyarakat sekitarnya, Rumah Sakit Achmad Mochtar telah menunjukan andilnya dengan menyediakan berbagai dokter dalam segala bidang, apotik dan fasilitas-fasilitas lainya guna membantu para masyarakat. Namun demikian, rumah sakit ini dirasa masih memiliki beberapa kekurangan dalam rangka menghadirkan pelayanan yang prima bagi para pengunjung rumah sakit (pasien).
Unit rawat jalan dari rumah sakit merupakan bagian terpenting dari rumah sakit. Karena unit rawat jalan berfungsi sebgai profit center dan pintu gerbang masuk pasien, maka secara tidak langsung unit rawat jalan akan menampakkan citra dari rumah sakit tersebut. Mengingat pentingnya peran unit rawat jalan, mengharuskan pengelolaannya dilakukan secara serius. Permasalahan pada unit rawat jalan di RSUD Dr. Achmad Muchtar juga mengenai kepuasan pasien dari berbagai faktor, misalnya lamanya proses mendapatkan pelayanan medis dan kurangnya penjelasan yang akurat dari petugas medis kepada pasien, serta adanya dominasi tenaga medis dalam proses pelayanan, sehingga pasien tidak bebas memilih dan mengutarakan pendapat mengenai penyakit yang dideritanya.
Karena merasa tidak puas tersebut, maka semakin hari jumlah kunjungan pasien pada rawat jalan menurun menjadi hanya 200 orang per hari dari total keseluruhan poliklinik. Apalagi semenjak adanya Askes pada pelayanan level 1, adanya jamkesmas dan adanya dokter keluarga. Puskesmas masih menjadi alternatif pertama masyarakat untuk mendapatkan pelayanan rawat jalan. Selain itu juga, bagi masyarakat yang ekonominya cukup, mereka lebih memillih praktek dokter untuk mendapatkan pelayanan rawat jalan.
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya kita semua dalam keadaan sehat wal’afiat sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah Hospital Management dengan judul “Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR Bukittinggi” sebagai tugas akhir semester
Selama penulisan ini penulis telah banyak mendapat bantuan baik moril maupun materil dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pembimbing 1 dr. Susi Rahmawati, MARS yang telah banyak meluangkan waktu dan pikirannya dalam membimbing, memberikan saran, dukungan, nasihat serta arahan kepada penulis dalam penyelesaian Karya Tulis Ilmiah ini.
Adapun tujuan dari pembuatan Karya Tulis Ilmiah adalah sebagai salah satu syarat mata kuliah pilihan Hospital Manajement pada semester VII (tujuh) Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dan kesempurnaan karya tulis ilmiah ini. Semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi kita semua serta mendapat berkah dan rahmat dari Allah SWT.
Padang, 29 Januari 2012
Tim Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Paradigma sehat bukanlah sederhana, untuk menerapkannya, diperlukan perubahan pada 15 bidang, yang kesemuanya memerlukan perubahan pola pikir pada petugas kesehatan baik ditingkat pusat, provinsi, kabupaten atau kota, puskesmas.
Sebagaimana cita-cita bangsa Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Kesehatan sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum harus diwujudkan melalui berbagai upaya kesehatan dalam rangkaian pembangunan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu yang didukung oleh suatu sistem kesehatan nasional.
Rumah sakit mempunyai tugas utama dalam menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan medik, rehabilitasi, pencegahan dan peningkatan kesehatan. Dan juga berfungsi sebagai pusat rujukan dalam jejaring kerja pelayanan kesehatan. Mengelola rumah sakit merupakan tugas yang rumit dan penuh tantangan. Sementara itu, dewasa ini perumahsakitan berkembang menjadi industri jasa rumah sakit. Sebagai industri jasa yang mempunyai fungsi sosial dan fungsi ekonomi. Untuk itu, banyak rumah sakit yang bersaing dalam menarik pasien dengan cara meningkatkan pelayanan kesehatan disemua bidang, termasuk pelayanan kesehatan rawat jalan.
Rumah sakit memiliki tugas dan fungsi. Agar tujuan dan fungsi rumah sakit dapat berjalan semestinya, maka diperlukan management yang baik. Management rumah sakit mengehendaki pengelolaan rumah sakit yang efektif dan efisien. Efektif dalam arti tingkat keberhasilan penanganan terhadap pasien cukup tinggi dan efisien berarti optimal dalam penggunaan sumber daya rumah sakit yang ada. Suatu upaya serius dan terencana harus ditempuh agar keinginan tersebut bisa tercapai. Sementara itu perumahsakitan berkembang menjadi industri jasa rumah sakit. Sebagai industri jasa mempunyai fungsi sosial dan fungsi ekonomi. Untuk itu banyak rumah sakit bersaing dalam menarik pasien dengan cara meningkatkan pelayanan kesehatan di semua bidang, salah satunya adalah pelayanan kesehatan di instalasi rawat jalan.
Instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi yang sudah diamati oleh kelompok ini berlangsung sangat baik dimana pasien menunggu dengan teratur, pemanggilan pasien teratur dengan perawat yang ramah, pasien dan keluarga tidak bosan menunggu karena ada fasilitas yang tersedia seperti televisi dan ada penceramah atau ustadz yang didatangkan untuk memberikan siraman rohani kepada pasien pada saat menunggu.
1.2 Tujuan Penulisan
1.2.1 Tujuan Umum
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui, memahami dan menambah pengetahuan tentang pelayanan Instalasi Rawat Jalan RSUD Achmad Muchtar Bukittinggi.
1.2.2 Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui Visi dan Misi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi.
b. Untuk mengetahui struktur organisasi instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi.
c. Untuk mengetahui SPO instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi.
d. Untuk mengetahui dan memahami alur dan proses instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi.
e. Untuk mengetahui sarana dan prasarana yang terdapat pada instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi.
f. Untuk mengetahui jenis dan macam pelayanan yang tersedia di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar dan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan tersebut.
g. Untuk mengetahui kunjungan pasien lama dan pasien baru di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi.
h. Untuk mengetahui insiden penyakit yang banyak dikunjungi di instalasi rawat jalan di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi.
i. Untuk mengetahui spesialisasi yang banyak dikunjungi di instalasi rawat jalan di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi.
j. Untuk mengetahui masalah yang sering muncul di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi.
k. Untuk mengetahui upaya peningkatan mutu pelayanan instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi.
1.3 Manfaat
1.3.1 Untuk Penulis
a. Menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman tentang Hospital Management instalasi rawat jalan di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi serta menambah keterampilan dalam menulis Karya Tulis Ilmiah.
b. Mengetahui SPO dari sebuah rumah sakit, khususnya pada instalasi rawat jalan.
c. Mengetahui alur dan prosedur instalasi rawat jalan di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi.
d. Kami dapat mengetahui sarana dan prasarana di instalasi rawat jalan di RSUD Dr. Acmad Mochtar Bukittinggi.
e. Mengetahui bagaimana pelayanan dan kepuasan pasien terhadap pelayanan di RSUD Dr. Achmad Mochtar.
1.3.2 Untuk RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi
Sebagai masukan dan informasi bagi management rumah sakit dalam memperbaiki mutu pelayanan yang ada khususnya instalasi rawat jalan di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi.
1.3.3 Untuk Fakultas Kedokteran Baiturrahmah Sebagai referensi tambahan untuk mata kuliah Hospital Management (Management Rumah Sakit). BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kualitas pelayanan adalah salah satu unsur paling penting dalam organisasi jasa. Hal ini disebabkan oleh kualitas pelayanan merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengukur kinerja organisasi jasa (Hope dan Muhlemann, 1997). Oleh karena itu, kualitas pelayanan harus mendapat perhatian yang serius dari manajemen organisasi jasa. Untuk menetapkan kualitas pelayanan yang ingin dicapai oleh sebuah organisasi jasa, terlebih dahulu organisasi tersebut harus mempunyai tujuan yang jelas. Parasuraman at. Al (1988) mengartikan kualitas sebagai salah satu bentuk sikap, berhubungan namun tidak sama dengan kepuasan, yang merupakan hasil dari perbandingan antara harapan dengan kinerja aktual. Namun kualitas pelayanan dan kepuasan dibentuk dari hal yang berbeda. Selanjutnya disebutkan bahwa pengertian yang paling umum dari perbedaan kualitas pelayanan dan kepuasan adalah bahwa kualitas pelayanan merupakan ukuran dari transaksi yang spesifik. Menurut Ovreveit (dalam Ester Saranga, 2000), kualitas dalam jasa kesehatan terdiri dari kualitas konsumen (yang berkaitan dengan apakah pelayanan yang diberikan sesuai dengan yang dikehendaki pasien), kualitas professional (yang berkaitan apakah pelayanan yang diberikan memenuhi kebutuhan pasien sesuai dengan yang didiagnosa oleh para professional), dan kualitas manajemen (yang berkaitan dengan apakah jasa yang diberikan dilakukan tanpa pemborosan dan kesalahan, pada harga yang terjangkau, dan memenuhi peraturan-peraturan resmi dan peraturan lainnya). Keseluruhan hal tersebut sangat erat kaitannya dengan konsep dasar tentang manajemen rumah sakit. Lawrence A. Aplley dan Mary Parker Folett membatasi pengertian manajeman sebagai berikut : “ The art of getting thing done through people “ ( Seni memperoleh sesuatu/ hasil melalui orang lain). John D. Miller, mengatakan “ Management is the process of directing and facilitating the work of people organized in formal groups to achieve desired goal” (Manajemen adalah proses pengarahan dan pemberian fasilitas kerja orang yang diorgaisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan yang dikehendaki). 2.1 Rumah Sakit 2.1.1 Pengertian Rumah Sakit Beberapa pengertian rumah sakit yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya: 1. Menurut Assosiation of Hospital Care (1947) Rumah Sakit adalah pusat pelayanan kesehatan masyarakat, pendidikan serta penilitian kedokteran diselenggarakan 2. Menurut American Hospital Assosiation (1974) Rumah Sakit adalah suatu alat organisasi yang terdiri tenaga medis profesional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang permanent menyelenggarakan pelayanan kedokteran, asuhan keperawatan yang berkinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien 3. Menurut Wolper dan Pena (1997) Rumah Sakit adalah tempat dimana orang sakit mencari dan menerima pelayanan kedokteran serta tempat dimana pendidikan klinik untuk mahasiswa kedokteran, perawat, dan tenaga profesi kesehatan lainnya diselenggarakan 4. Menurut UU No. 44 tahun 2009 Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna, yang menyediakan pelayanan rwat inap, rawat jalan dan gawat darurat. 2.1.2 Fungsi Rumah Sakit : Berdasarkan UU Rumah Sakit No. 44 tahun 2009 pasal 5, fungsi Rumah sakit adalah : a. penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit; b. pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis; c. Penyelennggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan; dan d. Penyelenggaraan penilitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan. Menurut permenkes RI No. 159b/Men Kes/1998, fungsi rumah sakit adalah: a. Menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan medik, penunjang medik, rehabilitasi, pencegahan dan peningkatan kesehatan. b. Menyediakan tempat pendidikan dan latihan tenaga medik dan paramedik. c. Sebagai tempat penelitian dan pengembangan ilmu dan teknologi bidang kesehatan. Fungsi-fungsi ini dilaksanakan dalam kegiatan intramural (di dalam rumah sakit) dan ekstramural (di luar rumah sakit). Kegiatan intramural dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu : pelayanan rawat inap dan pelayanan rawat jalan. 2.1.3 Klasifikasi Rumah Sakit a. Rumah Sakit Umum kelas A : adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit empat spesialis dasar, lima spesialis penunjang medik, dua belas spesialis lain dab tiga belas subspesialis. b. Rumah Sakit Umum kelas B : adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit empat spesialis dasar, empat spesialis penunjang medik, delapan spesialis lain dan dua subspesialis dasar. c. Rumah Sakit Umum kelas C : adalah rumah sakit yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit empat spesialis dasar dan empat spesialis penunjang medik. d. Rumah Sakit Umum kelas D : adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan medik paling sedikit dua spesialis dasar. 2.2 Mutu Pelayana Rumah Sakit Mutu pelayanan rumah sakit adalah derajat kemampuan rumah sakit untuk memenuhi permintaan konsumen akan pelayanan yang sesuai dengan standart profesi dan standart pelayanan dengan menggunakan potensi sumber daya yang tersedia di rumah sakit dengan wajar, efiesien dan efektif serta diberikan secara aman dan memuaskan sesuai dengan norma, etika, hukum dan sosial budaya dengan memperhatikan keterbatasan dan kemampuan pemerintah dan masyarakat konsumen. Faktor-faktor yang menetukan mutu pelayanan rumah sakit adalah : a. Kehandalan yang mencakup dua hal pokok, yaitu konsistensi kerja dan kemampuan untuk dipercaya. b. Daya tangkap yaitu sikap tanggap para karyawan melayani saat dibutuhkaan pasien. c. Kemampuan yaitu memiliki keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan agar dapat memberikan jasa tertentu. d. Mudah untuk dihubungi dan ditemui. e. Sikap sopan santun, respect dan keramahan para pegawai. f. Komunikasi yaitu memnerikan informasi kepada pelanggan dalam bahasa yang dapat mereka pahami, serta selalu mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. g. Dapat dipercaya dan jujur. h. Jaminan keamanan. i. Usahakan untuk mengerti dan memahami kebutuhan pelanggan. j. Bukti langsung yaitu bukti fisik dari jasa, bisa berupa fasilitas fisik, peralatan yang digunakan, referensi fisik dan jasa. 2.3 Standar Prosedur Operasional Standart Prosedur Operasional adalah suatu perangkat instruksi/langkah-langkah yang dibakukan untuk menyelesaikan proses kerja rutin tertentu. SPO memberikan langkah yang benar dan terbaik berdasarkan konsensus bersama untuk melaksanakan berbagai kegiatan dan fungsi pelayanan yang dibuat oleh sarana pelayanan kesehatan berdasarkan standar profesi. (UU Rumah Sakit No. 44 tahun 2009) Standar Prosedur Operasional (SPO) rumah sakit dalam menangani pasien Sebuah rumah sakit menyusun standard operating procedure, setidaknya ada 13 jenis standar yang diperlukan. Di antaranya : 1. Untuk pelayanan medis 2 .Penunjang medis 3. Keperawatan 4. Sumber daya manusia 5. Keuangan dan adminitrasi 6. Pelayanan umum 7. Pemasaran 8. Manajemen infuse 9. Kebersihan 10.Keselamatan kerja 11.Perinasia 12.Kamar bayi 13.Dan penyebaran bahan-bahan berbahaya dari rumah sakit. Rumah sakit yang tidak memiliki standar seperti ini tidak bisa keluar surat izin sementaranya. Ada pula untuk pelayanan medis bagaimana penerimaan pasien di UGD, penerimaan pasien di poliklinik dan unit rawat jalan, bagaimana menangani pasien di rawat inap. Untuk penunjang medis ada farmasi, laboratorium, radiologi, instalasi medik. Sementara untuk laboratorium medis ada beberapa tindakan, cara memilih kreagen, kesesuaian hasil, ketidaksesuaian hasil bagaimana cara penanganannya Rumah sakit yang memiliki penyuluhan kesehatan masyarakat rumah sakit (PKMRS) wajib memberitahukan mengenai hak-hak pasien. Di setiap rumah sakit pasti ada tulisan mengenai hak-hak pasien. Untuk itu, diperlukan SOP di setiap rumah sakit, yang setidaknya ada 13 standar itu. Sebagian rumah sakit yang tidak memberitahukan hak-hak pasien biasanya yang diperlukan adalah kepercayaan dokter dengan pasien. Begitu pula sebaliknya, ketika dia menyerahkan jiwa raganya kepada dokter, memang terkadang ada dominasi dari pihak rumah sakit yang kadang membuat pasien menderita. Untuk menghilangkan hal seperti itu, rumah sakit dilatih bagaimana supaya bukan pasien yang membutuhkan kami, tetapi kami yang membutuhkan mereka. Kalau falsafah ini diterapkan, maka tidak akan ada masalah di kemudian hari. Rumah sakit yang memberikan pelayan prima bukanlah mengatur. Seperti yang tertulis di UU Praktik Kedokteran, setiap dokter harus menjunjung tinggi sifat humanitas. Rumah sakit harus menganggap setiap pasien yang datang untuk berobat adalah mitra rumah sakit, karena secara tidak langsung pasien akan mengeluarkan uang untuk menyembuhkan penyakitnya. 2.4 Kepuasan Pasien Ukuran keberhasilan penyelenggraan pelayanan ditentukan oleh tingkat kepuasan penerima pelayanan. Kepuasan penerima pelayanan dicapai apabila penerima pelayanan memperoleh pelayanan sesuai dengan yang dibtuhkan dan diharapkan. Hal ini membuat pemerintah melalui keputusan MENPAN Nomor 63 Tahun 2004 mengamanatkan agar setiap penyelenggara pelayanan secara berkala melakukan survei indeks kepuasan masyarakat (Ratminto dan Winarsih, 2005). Kepuasan pasien perlu diupayakan karena merupakan hal yang penting yang akan mempengaruhi pemasaran rumah sakit. Pengukuran kepuasan pasien relatif mudah dikerjakan dan diharapkan dapat memberikan gambaran kualitas pelayanan rumah sakit dalam segi kepuasan pasien (Sabarguna, 2004). Kepuasan pasien sebagai perasaan senang atau kecewa seseorang yang dialami setelah membandingkan antara persepsi kinerja atau hasil suatu jasa pelayanan dengan harapan-harapannya ( Kotler, 2003). Komponen kepuasan pasien menurut Yuliarni dan Riyasa (2007), meliputi : 1. Kepuasan pasien merupakan respon (emosional atau kognitif) 2. Respon tersebut menyangkut fokus tertentu (ekspektasi, produk, pengalaman konsumsi dan lainnya). 3. Respon terjadi pada waktu tertentu (setelah konsumsi, setelah pemilihan produk atau jasa, berdasarkan pengalama akumulatif dan lainnya). - Faktor kepuasan pasien Menurut Simatupang (2008), kepuasan pasien pengguna jasa pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh faktor : 1. Pemahaman pengguna jasa tentang jenis pelayanan yang akan diterimanya, dalam hal ini aspek komunikasi memiliki peranan penting. 2. Empati yang ditunjukkan oleh petugas kesehatan, faktor ini akan mempengaruhi pada kepatuhan pasien. 3. Biaya 4. Penampilan fisik petugas, kebersihan dan kenyamanan rumah sakit. 5. Jaminan keamanan yang ditunjukkan oleh petugas kesehatan. 6. Kehandalan dan keterampilan petugas. 7. Kecepatan petugas dalam memberikan tanggapan terhadap keluhan pasien. 2.5 Pelayan Rawat Jalan Menurut Feste (1989) yang dikutip oleh Azwar (1996), pelayanan rawat jalan adalah salah satu bentuk dari pelayanan kedokteran. Secara sederhana yang dimaksud dengan pelayanan rawat jalan adalah pelayanan kedokteran yang disediakan untuk pasien tidak dalam bentuk rawat inap (hospitalization). Menurut surat Keputusan Menteri Kesehatab RI No. 560/MENKES/SK/IV/2003 tentang tarif perjam rumah sakit bahwa rawat jalan adalah pelayanan pasien untuk observasi, diagnosis, pengobatan, rehabilitasi medik dan pelayanan lainnya tanpa menginap di rumah sakit. Instalasi Rawat Jalan adalah unit pelayanan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Medik dan Keperawatan. Instalasi Rawat Jalan dipimpin oleh seorang kepala instalasi. Mempunyai tugas dan fungsi menyediakan fasilitas terhadap penyelenggaraan kegiatan pelayanan Poliklinik Rawat Jalan dari berbagai disiplin ilmu kedokteran klinik. selain itu juga melaksanakan pendidikan dan penilitian. Pelayanan rawat jalan adalah pelayanan terhadap orang yang masuk rumah sakit untuk keperluan observasi, diagnosis, pengobatan, rehabilitasi medic dan pelayanan kesehatan lainnya tanpa tinggal di ruang rawat inap atau tidak lebih dari 24 jam perawatan. Rawat jalan merupakan salah satu unit kerja di Rumah Sakit yang melayani pasien yang berobat jalan dan tidak lebih dari 24 jam pelayanan, termasuk seluruh prosedur diagnostik dan terpeutik. Pelayanan rawat jalan terdiri dari poliklinik yaitu : 1. Poli Penyakit Dalam 2. Poli Bedah 3. Poli Anak 4. Poli Kandungan/ Kebidanan 5. Poli Gigi 6. Poli Rehabilitasi 7. Poli Mata 8. Poli THT 9. Poli Kulit 10. Poli Jiwa 11. Poli VCT (Voluntery Counceling and Testing) 12. Poli khusus konsultasi dan terapi HIV/AIDS Pertumbuhan yang cepat dari rawat jalan ditentukan oleh tiga factor yaitu : 1. Penekanan biaya untuk mengontrol peningkatan harga perawatan kesehatan dibandingkan dengan rawat inap. 2. Peningkatan kemampuan dan sistem reimbursement untuk prosedur rawat jalan. 3. Perkembangan secara terus menerus dari teknologi tinggi untuk pelayanan rawat jalan akan menyebabkan pertumbuhan rawat jalan pada abad mendatang. Tenaga pelayanan rawat jalan adalah tenaga yang langsung berhubungan dengan pasien yaitu 1. Tenaga adminstrasi (non medis) yang memberikan pelayanan penerimaan pendaftaran dan pembayaran. 2. Tenaga keperawatan (paramedic) sebagai mitra dokter dalam memberikan pelayanan pemeriksaan atau pengobatan. 3. Tenaga dokter (medis) sesuai dengan spesialisasinya pada masing-masing poliklinik yang ada. Tujuan pelayanan rawat jalan diantaranya adalah untuk memberikan konsultasi kepada pasien yang memerlukan pendapat dari seoraang dokter spesialis, dengan tindakan pengobatan atau tidak dan untuk menyediakan tindak lanjut bagi pasien rawat inap yang sudah diizinkan pulang tetapi masih harus dikontrol kondisi kesehatannya. Rawat jalan hendaknya memiliki lingkungan yang nyaman dan meyenangkan bagi pasien. Hal ini penting untuk diperhatikan karena rawat jalan lah pasien mendapatkan kesan pertama mengenai rumah sakit tersebut. Lingkunngan rawat jalan yang baik hendaknya cukup luas dan memiliki sirkulasi udara yang lancar, tempat duduk yang nyaman, perabotan yang menarik dan tidak terdapat suara-suara mengganggu. Diharapkan petugas yang berada di rawat jalan menunjukkan sikap yang sopan dan suka menolong. 2.6 Kualitas Pelayanan Rawat Jalan Pelayanan kesehatan harus dapat menjaga kualitas yang dapat memuaskan pasien. Menurut Sabarguna (2004), kualitas pelayanan terdiri dari empat aspek : 1. Kualitas klinis : pelayanan kedokteran, ketepatan diagnosa, ketepatan terapi dan kesembuhan atau kematian yang diperoleh. 2. Kualitas efisiensi : dilihat dari sudut keuangan, murah, mahal atau wajar bila kualitasnya berimbang. 3. Kualitas keamanan pasien : menjamin pelayanan yang aman seperti kemungkinan jatuh dari tempat tidur dan lainnya. 4. Kualitas kepuasan pasien : tindakan menangani keluhan pasien. 2.7 RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi adalah rumah sakit pemerintah daerah Bukittinggi yang dikepalai oleh seorang direktur yang dibantu oleh tiga orang wakil direktur RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi adalah rumah sakit kelas B yang terletak di kotamadya Bukittinggi, Sumatra Barat. RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi awalnya merupakan Rumah Sakit Militer Belanda yang didirikan tahun 1908. Pada waktu penjajahan Jepang, rumah sakit ini diambil alih oleh Jepang dan digunakan sebagai RS Militer Jepang. Sejak perang kemerdekaan RI sampai tahun 1952 dijadikan sebagai RS Tentara. Pada tanggal 08 September 1952 rumah sakit ini diserahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja Sumatera Tengah, yang kemudian menjadi milik Pemerintah Daerah Sumatera Barat. Tahun 1979, ditetapkan sebagai RSU Bukittinggi Klas C dengan kapasitas 250 tempat tidur. Berdasarkan SK Menkes RI, tanggal 13 Oktober 1981 RSU Bukittinggi resmi berganti nama menjadi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Surat keputusannya langsung diberikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia saat itu yaitu Bapak Dr. Suwarjono Suryaningrat. Nama tersebut dipakai karena Bapak Prof. Dr. Achmad Mochtar adalah seorang dokter yang berasal dari Bonjol Sumatera Barat dan berjasa di tingkat Nasional, yang telah dianugerahi tanda jasa, antara lain Satya Lencana Kebaktian Sosial tahun 1968, dan tanda kehormatan Bintang Jasa Klas III. Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri No 23 tahun 1983, Menteri Kesehatan No 273/Menkes/SKB/VII/1983 dan Menteri Keuangan 335a/KMK-03/1983 ditetapkan RS Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi sebagai Rumah Sakit Pendidikan. Di masa Pelita IV dan V RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi berubah secara bertahap, bangunan lama peninggalan Belanda diubah menjadi bangunan baru dengan bantuan dana APBN, OPRS dan Dana Pemda Tk.I Sumatera Barat. Sejak 30 Nopember 1987 RSAM Bukittinggi resmi menjadi Rumah Sakit Klas B dengan 320 tempat tidur berdasarkan Kepmenkes RI No 41/Menkes/SK/I/1987. Selanjutnya dengan persetujuan Menteri Dalam Negeri Nomor : 061/2688/SJ tanggal 9 September 1997 dan dan Perda No. 7 Tahun 1997 tentang Organisasi dan Tata Kerja RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi ditetapkan bahwa RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi sebagai RS Klas B Pendidikan. Berdasarkan Perda Provinsi Daerah Tingkat I Sumatera Barat nomor 4 tahun 1997 ditetapkan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukitting sebagai Unit Swadana Daerah. Dampak dari gempa tahun 2006 dan 2009 menyebabkan banyak ruangan yang mengalami retak-retak. Di samping itu adanya pengalihan fungsi beberapa ruangan rawat dan untuk menyesuaikan dengan standar maka terjadi pengurangan jumlah tempat tidur dari 320 menjadi 299 tempat tidur. Dalam rangka menyikapi PP No. 23 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, serta Permendagri No 61 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 440-509-2009 tentang Penetapan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi untuk melaksanakan Penerapan PPK BLUD secara penuh. Peralatan Peralatan medik dilengkapi secara bertahap dari tahun ke tahun dengan berpedoman kepada Standar RS Klas B, peralatan tersebut antara lain : Peralatan ICU/ICCU, IGD, CSSD, Instalasi Gas Oxygen Sentral, dan peralatan Covese untuk perinatologi di IGD dan adanya alat USG, endoskopi laparaskopi dan colonoskopi lengkap di Interne, refraktometri dan tonometri Selain itu, telah ada alat canggih lain seperti : mesin hemodialisa (alat pencuci darah) dan alat bronchoscopy serta spirometry di bagian Paru, treadmill dengan. memakai komputer (alat pemeriksaan jantung), CT Scan, Eccocardiograpy, Orthopaedy dan lain-lain. Jenis Pelayanan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi merupakan RS Klas B Non Pendidikan, di samping itu juga merupakan RS Rujukan untuk wilayah Sumatera Barat bagian Utara. Pelayanan yang diberikan berupa pelayanan spesialis dan sub spesialis. Oleh karena adanya pengalihan beberapa fungsi ruangan, ruangan yang tidak layak pakai dan lain-lain menyebabkan jumlah tempat tidur RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi berkurang dari sebelumnya menjadi 299 tempat tidur. Pada tahun 2010 ini pelayanan bedah sudah ditingkatkan dengan adanya tenaga dokter bedah urologi dan bedah saraf, sehingga pelayanan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi terdiri dari : 1. Pelayanan Medik Spesialitik 4 Dasar terdiri dari : a. Penyakit Dalam b. Kesehatan Anak c. Bedah d. Kebidanan dan Penyakit Kandungan 2. Pelayanan Medik Spesialistik : a. Penyakit Mata b. Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) c. Kulit dan Kelamin d. Syaraf e. Gigi dan Mulut f. Jiwa g. Kardiologi h. Pulmonologi i. Orthopaedi j. Bedah Saraf k. Bedah Urologi 3. Pelayanan Subspesialistik : a. Onkologi b. Bedah Digestive 4. Pelayanan Penunjang Medik : a. Radiologi b. Patologi Klinik c. Patologi Anatomi d. Anestesi e. Gizi f. Farmasi g. Rehabilitasi Medik Sedangkan pelayanan unggulan yang diberikan oleh RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Bukittinggi tahun 2010 meliputi : 1. Bedah : Orthopedi, Bedah Digestif, Bedah saraf 2. Kebidanan & Penyakit Kandungan Onkologi 3. Penyakit Dalam : Hemodialisa, Endoscopy Terapeutik 4. Mata : Fellowship Bedah Vitriol Retina 5. Radiologi : Neuro Radiologi 6. Fisiotherapi : Ocupasi & Speak Therapy Keseluruhan jenis pelayanan tersebut di atas dilaksanakan dalam tiga bentuk pelayanan seperti : Pelayanan di Rawat Jalan (Poliklinik), Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 (dua puluh empat) jam serta Pelayanan di Rawat Inap. Struktur Organisasi 1. Direktur 2. Wakil Direktur • Wakil Direktur Umum dan Keuangan • Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan • Wakil Direktur Penunjang Medis dan Pendidikan 3. Bagian Umum, dengan 3 Staf Sub Bagian antara lain : • Sub Bagian Tata Usaha • Sub Bagian Kepegawaian • Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan 4. Bagian Perencanaan dan Rekam Medis dengan 3 Staf Sub Bagian antara lain: • Sub Bagian Penyusunan Program Pelaporan • Sub Bagian Rekam Medis dan Hukum • Sub Bagian Informasi dan Pemasaran Sosial 5. Bagian Penyusunan Anggaran dan Managemen, dengan 3 Staf Sub Bagian antara lain: • Sub Bagian Penyusunan Anggaran • Sub Bagian Perbendaharaan • Sub Bagian Mobilisasi Dana 6. Bagian Akuntasi dan Management , dengan 3 Staf Sub Bagian antara lain: • Sub Bagian Akuntasi Keuangan • Sub Bagian Akuntasi Management • Sub Bagian Verifikasi 7. Bidang Keperawatan, 3 Staf Seksi antara lain: • Seksi Ketenangaan dan Pengembangan Mutu Pelayanan Medis • Seksi Pengembangan Fasilitas Pelaynan Medis • Seksi Pemeliharaan Fasilitas Pelayanan Medis 8. Bidang Keperawatan, 3 Staf Seksi antara lain : • Seksi Asuhan Keperawatan • Seksi Etika Profesi Keperawatan • Seksi Logistik Keperawatan 9. Bidang Penunjang Medis dengan 3 Staf Seksi antara lain: • Seksi Ketenagaan dan Pengembangan Mutu Penunjang Medis • Seksi Pengembangan Fasilitas Penunjang Medis • Seksi Pemeliharaan Fasilitas Penunjang Medis 10. Bidang Pendidikan dan Pelatihan , dengan 3 Staf Seksi antara lain : • Seksi Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Medis • Seksi Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Para Medis dan Non Medis • Seksi Penelitian dan Pengembangan RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI merupakan RS Type B yang telah lulus akreditasi 12 pelayanan beberapa tahun yang lalu. Pada tahun ini akan dilaksanakan untuk 16 pelayanan yang diketuai oleh dr. Khairul Said, Sp.M (yang juga merupakan Wadir Pelayanan). Pelayanan tersedbut terdiri dari Kelompok kerja Admin, Pelayanan Medis, IGD, Kamar Operasi, ICU-ICCU, K3, Peristi, Laboratorium, Radiologi, Farmasi, Bank Darah, Rehabilitasi Medik, Rekam Medis, Gizi, Keperawatan, Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Nosokomial. Persiapan untuk menghadapi penilaian telah dilaksanakan jauh sebelumnya yaitu dengan mendatang para pakar-pakar surveyor akreditasi dari KARS sebanyak 2 kali. Pelaksanaan Penilaian Akreditasi 16 pelayanan di RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI dimulai tanggal 24 Oktober 2011 s/d 27 Oktober 2011 oleh Tim Kars yaitu : ketua : dr. Nina Sekartina, MHA dengan anggota dr. Hadril Busuddin, SpS,MHA, dr. Lina Julianty, Sp.M, dan Sri Chatin Budirahayu, SKM, Pada acara pembukaan yang dihadiri oleh Wakil Walikota Bukittinggi (dr. H. Harma Zaldi, Sp.B), Kepala Dinas Kesehatan Propinsi, Komite Medis dan SMF, Pejabat Struktural, Kepala Instalasi dan lain-lainnya. Walaupun RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI bukan milik Pemerintah Kota Bukittinggi tetapi Pemerintah Kota akan tetap memberikan dukungan penuh kepada RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI, karena salah satu grand strategi kota Bukittinggi adalah sebagai pusat pelayanan kesehatan. Penilaian dilakukan dengan cara memeriksa semua dokumen-dokumen disetiap kelompok kerja, disamping itu juga dengan cara meninjau langsung ke lapangan. BAB III PEMBAHASAN 3.1 Visi dan Misi instalasi rawat jalan RSUD Achmad Muchtar Bukittinggi a. Visi Menjadikan RSUD Dr. Achmad Mochtar sebagai tempat tujuan pelayanan kesehatan di kawasan regional Sumatra Tengah. b. Misi - Memberikan pelayanan kesehatan yang memenuhi harapan (service excellence) kepada seluruh lapisan masyarakat. - Mempersiapkan layanan unggulan dengan SDM yang ramah. - Memberikan pelayanan yang efisien dan efektif. - Memperhatikan keluhan pelanggan sebagai suatu masukan guna perbaikan. - Menciptakan lingkungan rumah sakit yang bersih, sehat, aman dan nyaman. - Mendidik dan melatih tenaga guna mampu memberikan pelayanan prima kepada seluruh pelanggan dan ada pelatihan serta penelitian di bidang kesehatan. - Meningkatkan kemandirian rumah sakit dalam pengelolaan pelayanan kesehatan, administrasi dan manajemen. c. Tugas Pokok RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi mempunyai tugas pokok yang mengacu pada Perda No. 17 Tahun 1997 yaitu melaksanakan pelayanan kesehatan dan penyembuhan penderita serta pemulihan keadaan cacat badan dan jiwa yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. d. Fungsi Pada Perda No.17 Tahun 1997 disebutkan mengenai funsi RSUD. Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi yang melakasanakan usaha pelayanan medis, rehabilitasi medis, usaha pencegahan dan penyuluhan kesehatan, melaksanakan usahaa perawatan, melaksanakan usaha pendidikan dan latihan medis, melaksanakan sistem rujukan (reveal system) dan sebagai tempat penelitian. Motto : Mengutamakan kepentingan pasien dengan pelayanan yang ramah, cepat dan tepat. 3.2 Struktur organisasi instalasi rawat jalan RSUD Achmad Muchtar Bukitttinggi 3.3 SPO instalasi rawat jalan RSUD Achmad Muchtar Bukittinggi 3.4 SDM instalasi rawat jalan RSUD Achmad Muchtar Bukittingi Jumlah dokter yang ada di RSUD Achmad Muchtar Bukittinggi sudah cukup. Jumlah dokter umum yang ada di RSUD Dr. Achmad Mochtar hingga sekarang berjumlah 25 orang dan dokter spesialisnya ada 30 orang dengan 2 dokter subspesialis yaitu spesialis onkologi (bedah tumor) dan digestive. Dalam setiap poliklinik terdapat 2 atau 3 dokter spesialis. Misalnya : - Poliklinik Kulit ada 2 orang spesialis - Polikilnik Jantung ada 1 orang spesialis - Poliklinik Obgyn ada 3 orang spesialis - Poliklinik Anak ada 3 orang spesialis - Poliklinik Bedah ada 4 orang spesialis - Poliklinik THT ada 2 orang spesialis - Poliklinik Mata ada 3 orang spesialis Sedangkan jumlah perawat di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi juga cukup, masing-masing jumlah setiap poliklinik ada 2 atau 3 orang. Sifatnya mobile, maksudnya jika ada dalam suatu poliklinik mengalami kekurangan tenaga perawat karena jumlah pasien yang terlampau banyak, maka perawat dari poliklinik lain yang pada saat itu sedang tidak bekerja, maka bisa ditarik untuk membantu poliklinik yang sedang ramai pasien. 3.5. Administrasi di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi adalah Rumah Sakit Pemerintah yang merupakan SKPD yang ada di bawah wilayah Propinsi Sumatera Barat. Secara otomatis anggaran maupun pelaporan keuangannya langsung ke Tingkat Propinsi. Pasien beli karcis di loket, di mana harga karcis untuk pelayanan umum seharga 10.000 dan pelayanan spesialis seharga 20.000. Penarikan biaya pelayanan tiap poliklinik sama, kecuali jika ada penggunaan alat-alat dalam tindakan pelayanan (ada tindakan). Jika ada tindakan dalam pelayanan tersebut, maka pasien harus menambah biaya dan harus melapor lagi ke bagian pembayaran karcis yang terletak di lantai 3. Poliklinik yang mempunyai tindakan dalam pelayanan tersebut yaitu : - Poliklinik jantung : penggunaan treadmill, ECG (Ecocardiogram) - Poliklinik Obgyn : penggunaan USG 3 dimensi - Poliklinik Bedah : tindakan bedah minor (eksisi, insisi dan lainnya) - Poliklinik Penyakit Dalam : penggunaan EKG - Poliklinik Mata : pemeriksaan visus - Poliklinik THT : penggunaan audiometri 3.6 Ruang tunggu di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Fasilitas pada ruang tunggu di setiap poliklinik rata-rata sudah mencukupi, kebersihan kenyamanan ruang tunggu cukup baik dan tertata rapi. Namun pada beberapa bagian poliklinik mengalami kekurangan dalam hal tempat duduk, hal ini dikarena kan jumlah pasien yang banyak, terutama pada poliklinik Penyakit Dalam, Jantung dan Bedah. 3.7 Alur dan sistem pelayanan di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Jenis dan macam pelayanan yang tersedia di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi - Poliklinik jantung - Poliklinik penyakit dalam - Poliklinik bedah (orthopaedi, bedah syaraf, bedah urologi - Poliklinik obgyn - Poliklinik anak - Poliklinik mata - Poliklinik tht - Poliklinik kulit kelamin - Poliklinik jiwa - Poliklinik neuro - Poliklinik gigi dan mulut - Poliklinik gizi - Poliklinik MPK - Poliklinik jantung - Poliklinik keluarga berencana - Pelayanan Subspesialistik : a. Onkologi b. Bedah Digestive - Pelayanan Penunjang Medik : a. Radiologi b. Patologi Klinik c. Patologi Anatomi d. Anestesi e. Gizi f. Farmasi g. Rehabilitasi Medik 3.9 Alat penunjang medis di di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Peralatan ICU/ICCU, IGD, CSSD, Instalasi Gas Oxygen Sentral, dan peralatan Covese untuk perinatologi di IGD dan adanya alat USG, endoskopi laparaskopi dan colonoskopi lengkap di Interne, refraktometri dan tonometri Selain itu, telah ada alat canggih lain seperti : mesin hemodialisa (alat pencuci darah) dan alat bronchoscopy serta spirometry di bagian Paru, treadmill dengan memakai komputer (alat pemeriksaan jantung), CT Scan, Eccocardiograpy, Orthopaedy dan lain-lain. Peraturan di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Peraturan di setiap poliklinik sama untuk semua tenaga/SDM di rumah sakit tersebut. Jadwal masuk kerja pukul 07.30 WIB dan selesai pukul 14.30 WIB dan untuk pendaftaran/pembelian karcis dimulai dari pukul 07.30 WIB sampai pukul 11.30 WIB. Namun, tutupnya setiap poliklinik berbeda, karena hal ini tergantung pada jumlah karcis yang masuk pada hari itu. Di RSUD Achmad Mochtar ini, poliklinik yang paling banyak income karcisnya yaitu poliklinik jantung. Peraturan untuk dokter spesialis biasanya lebih fleksibel. 3.11 Jam buka dan jam tutup poliklinik di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Jam buka setiap poliklinik sama yaitu pukul 07.30 WIB, namun jam tutup masing poliklinik berbeda, tergantung banyaknya jumlah karcis (pasien) yang masuk pada hari tersebut. Di poliklinik jantung biasanya paling banyak pasiennya sehingga tenaga medisnya bekerja lebih lama dan tutupnya poliklinik lebih lama. Untuk itu konsumsi untuk tenaga medis saat itu ditambah. 3.12 Kunjungan pasien lama dan baru di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Kunjungan pasien setiap hari untuk unit rawat jalan kurang lebih 500 orang dari keseluruhan poliklinik. 3.13 Waktu menunggu pasien di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Waktu menuggu pasien di ruang tunggu untuk mendapatkan pelayanan normalnya kurang dari 1 jam. Namun, di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar, waktu menunggu pasien di ruang tunggu lama, hal ini disebabkan karena keterlambatan dokter ke poliklinik, misalnya spesialis bedah yang sering datang terlambat dikarenakan ada operasi. Hal ini banyak faktor penyebabnya, karena biasanya setiap dokter spesialis itu jadwalnya fleksibel. Maka dari itu, pasien cukup lama menunggu di ruang tunggu untuk mendapatkan pelayanan. Apalagi jika pada hari itu jumlah pasien banyak, maka pasien yang menunggu giliran harus sabar menunggu. 3.14 Insiden terbanyak dari penyakit pada instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Insiden yang terbanyak dari instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar berbeda pada masing-masing poliklinik. Misalnya di poliklinik Penyaikit Dalam, insiden tertinggi yaitu penyakit demam thypoid dan diabetes mellitus. Poliklinik yang banyak di kunjungi oleh pasien Poliklinik yang banyak dikunjungi adalah poliklinik jantung, penyakit dalam dan bedah. 3.16 Masalah yang sering muncul dalam pelayanan di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Masalah yang sering muncul adalah seringnya keterlambatan dokter datang ke poliklinik, karena jadwal dokter yang banyak. Selain itu dari segi pelayanan juga tidak memuaskan bagi pasien. 3.17 Bagaimana tingkat kepuasan pasien di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Pasien banyak mengeluhkan akan pelayanan medis karena banyak faktor, mulai dari keterlambatan datangnya dokter, pemberian layanan medis yang terbatas dan seadanya dikarenakan banyak pasien dan memikirkan waktu. Yang paling banyak keluhan akan ketidak puasan pasien yaitu di poliklinik bedah, namun pada poliklinik jantung dan obgyn di rasakan pasien cukup memuaskan.
Selasa, 24 Januari 2012
serba-serbi anak kost :)
kalau berbicara teman-teman kost,, memang terasa heboh... saya senang bersana anak-anak kost ini, mereka semuanya ceria, baik dan saling menolong.
nah,, foto di atas adalah foto saat kami satu kost_an jalan-jalan ke kota Bukittinggi, Padang. Bukittinggi adalah kota pariwisata yang paling indah di Sumbar dan menjadi pusat belanja. Saat inilah kami memanjakan mata untuk berkeliling dan berbelanja sepuasnya. Hemmmmm...
Foto di atas kami ambil saat berada di jam gadang Bukittinggi. Usai belanja dan wisata kuliner di pasar ateh Bukittinggi, kami melanjutkan perjalanan ke jam gadang untuk berfoto-foto sambil menikmati keindahan kota Bukittinggi. Udara di sana sangat sejuk.
Berkunjung ke Bukittinggi membuat saya kagum akan kota itu,, saya suka udaranya yang sejuk, tata kotanya yang cantik dan bersih dan pastinya pemandangan alamnya yang sungguh menakjubkan.
Kebersamaan kami selalu terjaga, kami selalu kompak. Hal yang tidak akan pernah terlupakan saat saya dikerjai waktu ulang tahun, mereka pandai untuk membuat saya menangis, yang akhirnya mereka datang seonggok kue beserta lilin. Mereka membuat saya haru dan sayang pada mereka.
Mungkin itu juga dirasakan anak-anak kost lainnya saat giliran mereka dikerjai saat ulang tahun.
Nah,, saat yang ditunggu-tunggu adalah acara traktirannya,, hehehe...
eeeeemmmmm,,, asyik,, ayikk...
bersama mereka saya merasa happy terus, canda dan tawa selalu menyertai,, kami sudah seperti keluarga.
Foto di atas saat saya, Rita, Winda dan Mbak Ani di taplau (daerah pariwisata pantai padang). Saat itu kami baru selesai berbuka di salah satu tempat untuk bersantai untuk makan alias berbuka. Saati itu kami membawa bekal sendiri... heheheheee...
karena sebelum kami ke sana untuk berbuka di sana, sorenya kami berkeliling kota Padang untuk memberikan bekal buka bagi orang-orang yabg membutuhkan. Dan finisnya kami memilih untuk berbuka di taplau,, kami pun berbuka dengan khidman dan hati senang. Foto di atas cuma kami berempat saja, karena pada saat itu kami memang hanya berempat. Anak-anak kost lainnya udah pada pulang kampung, tinggalah kami sisa-sisanya para senior di kost yang masih belum bisa pulkam karena masih ada kuliah. Moment berbagi ke sesama itu, sangat kami rasakan kebersamaannya dan saya senang sekali :)
Duren... duren..
foto di atas saat kami makan duren bareng di kamar Etek Rita, kamar Etek sebagai bascam kami satu kost,, pokoknya temmpat favorit kami ngumpul adalah di kamar dia,,
saat itu kami lagi pesta duren, Kak Dewi yang baru pulang dari Bukittinggi membawa oleh-oleh duren. Langsung kami sikat dan ludes tanpa sisa... hehehe... makasih Kak Dewi :)
Nah, kalau foto di bawah ini saat saya dan Etek Rita ditraktir Winda makan di Haustea... emmm yammiii :)
Winda baik deh...
makasih ya :)
Happy... Happy... :)
I really love you .....
Mungkin kau tak tau bagaimana perasaan ini. Aku pun tak meminta kau harus tau bagaimana perasaanku terhadapmu. Mungkin itu tidak penting untukmu, tapi itu penting untukku, itu sebuah rasa yang diberi tuhan untukku.
Aku tidak meminta untuk kau sayangi, aku tidak meminta agar kau cinta padaku. Cukup ku rasa saja bagaimana sayang dan cinta aku padamu. Mungkin kau bukan yang pertama yang singgah di hatiku, tapi bersama kamu aku merasakan hal yang berbeda. Dan kau tak tau itu.
Aku tak protes mengapa kau datang tiba-tiba di hatiku dan kau pula yang memberi sebuah harapan akan rasa sayang dan cinta itu, yang akhirnya kau pula yang memilih untuk pergi saat mulai tumbuhnya rasa ini kepadamu. Seperti bunga yang baru mekar dan butuh pupuk untuk menjadi bunga yang bermekar indah, dan saat itu juga di buang begitu saja. AKU TIDAK PERNAH PROTES...
Aku percaya sautu saat nanti kau akan menyadari besarnya rasa ini padamu. Kau datang sejenak dan kau langsung pergi. Sungguh sakit rasanya, tapi aku tetap tegar dan aku percaya suatu saat nanti kau akan datang dengan tulus menjemput cintaku yang sangat tulus kepadamu.
Meskipun ini sebuah realita yang nyata dan suatu alasan yang nyata untuk kau pergi meninggalkan aku, tapi aku butuh sebuah penjelasan yang bisa aku ikhlas untuk benar-benar melepasmu. Kalau alasan itu yang terbaik menurutmu, mungkin itu juga yang terbai untukku. Aku bahagia kalau kamu bahagia, meskipun sangat sulit untuk menerimanya.
Kalaupun nantinya kita memang tidak ditakdirkan bersama, paling tidak mulai dari sekarang aku bisa belajar untuk hidup tanpamu. Aku akan berusaha untuk menghilangkan rasa itu. Kau pun pernah berkata kepadaku akan membantu melupakanmu. Sungguh sedih aku mendengarnya, tapi aku harus ikhlas. Kalau itu mau mu, aku akan mundur dan pergi menjauh darimu, meskipun aku yakin kita akan bersama suatu saat nanti. Aku akan belajar menghilangkan semua rasa ini.
Jika memang bukan aku yang kamu inginkan sebagai pendampingmu di kehidupanmu, tolong bilang "JUJUR" kepadaku. Agar, aku tidak selalu berharap dan bermimpi untuk nantinya bisa bersamu. Tolong katakan sekarang, agar nantinya tidak ada penyesalan. Aku siap mendengarkannya meskipun menyakitkan.
Tapi, boleh aku minta satu permintaan?
selama kita dekat, aku tidak pernah bicara langsung, face to face kepadamu, apalagi bersenda gurau dan saling bercerita tentang kita. Aku ingin sekali aja bisa berbicara kepadamu secara langsung, menatap wajahmu, melihat senyummu dan gurauanmu, mungkin itu yang aku inginkan jika nantinya aku bisa bertemu kamu secara langsung. Aku ingin memelukmu sekali saja, agar aku lega jika nantinya aku memang tidak bisa bersamamu.
Aku minta sekali aja,,
agar suatu saat nanti aku punya kenangan manis bersamu,,
meskipun suatu saat aku sangat membutuhkanmu disampingku karena aku lemah, aku harus tegar karena aku cukup puas jika kau bisa memenuhi satu permintaanku,,
Aku pun bisa tenang, jika nantinya di saat aku lemah akan suatu kondisi, karena saat membutuhkanmu, tapi kau tak ada, namun kenangan sebuah pelukan hangat bersamamu cukup mengobatkan kelemahanku.
I really love you .....
aku.. selalu menyayangimu A**ng..
Minggu, 22 Januari 2012
Malaikat-malaikat pemberi semangat TERBESAR dalam hidupku.. sayang kalian..
Aku beruntung mempunyai malaikat-malaikat yang sangat super dalam hidupku. Syukur kepada Allah sebagai Tuhanku yang ku sayang karena telah menciptakan malaikat-malaikat itu untuk menemani hidupku. Terima kasih ya Allah :)
Tak terkira rasa syukur ini karena mempunyai mereka, mereka yang menerangi hidupku, memberi warna dan bisa mengantarkan aku menjadi seperti ini. Yang terutama dan paling utama dan yang terspesial adalah MAMA dan PAPA, Tia sangat SAYAAAAAAAAAAANG sama kalian,, kalian malaikat Tia dalam hidup Tia. Peluk hangat dan nyaman dari anakmu ini yang merantau untuk mencari bekal ilmu agar bisa menjadi orang yang sukses dan bisa membahagiakan Papa dan Mama.
Ma,, Mama adalah seorang wanita yang sangat super. Begitu bangga dan bersyukurnya Tia mempunyai Mama. Mama yang selalu melindungi, menghangatkan, memberi kenyamanan dan ketentraman dalam hidup Tia, menyejukkan jiwa Tia, memberikan pengorbanan yang luar biasa. Tia sangat sayang Mama.. Mama adalah Ibu nomor satu yang tiada bandingannya di dunia ini. Kasih sayang Mama sangat luar biasa,, Sayang MAMA :)
Pa, Papa adalah seorang pria yang sangat super. Begitu bangga dan bersyukurnya Tia mempunyai Papa. Sosok Papa yang teduh dan menyejukkan itu membuat Tia mengerti arti sebuah kasih sayang yang luar biasa dari Papa. Tia bangga punya Papa yang sangat gigih, pantang menyerah dan sangat sabar. Pengorbanan yang luar biasa Papa berikan pada Tia adalah sebuah anugrah yang luar biasa yang Tia rasakan. Papa sangat pengertian dan selalu membuat Tia sangat menyayangi Papa. Apapun yang Tia mau, InsyaAllah selalu Papa penuhi, baik itu untuk keperluan sekolah atau lainnya,, jasamu sungguh luar biasa,, Tia sayaaang Papa,, terima kasih Pa.. sayang Papa :)
Dan 2 lagi malaikat yang senantiasa hadir dan memberiku keceriaan dalam hidupku,, mereka adalah adek-adekku (Diaz dan Yudi). Uni sayang kalian,, makasih ya Dek, udah membuat kehidupan Uni tambah berwarna dengan kehadiran kalian untuk menemani Uni dalam keceriaan. Kadang ingin rasanya bermain-main sepuasnya sama kalian tanpa batas waktu. Uni rindu gurauan dan celotehan kalian. Dan pastinya kalian juga rindu sama Uni untuk sebuah kehangatan seorang Kakak. Maaf ya Dek, kalau selama hampir 3,5 tahun ini Uni jarang ketemu dan bermain sama kalian. Uni sedang belajar untuk bekal ilmu meraih sebuah cita-cita. Maaf Uni gak bisa menemani kalian belajar atau membimbing membuat tugas sekolah, Uni hanya bisa berdo'a agar kalian bisa menjadi adek Uni yang bisa dibanggakan dan bisa dewasa untuk menjadi seorang manusia yang kuat dalam menapaki sebuah asa dan cita-cita. Uni sayaaaang kalian,, peluk dan cium hangat dari Uni, walaupun jarak dan waktu yang memisahkan kita, hubungan kaka-adek ini tetap Uni jaga, kalian malaikat Uni.. Uni sayang kalian :)
I LOVE YOU
Langganan:
Postingan (Atom)








































